
KONAWE SELATAN – LINGKARSULTRA.COM – Usai resmi dikukuhkan sebagai Bunda Guru Kabupaten Konawe Selatan, Nurlita Jaya AS menyampaikan arahan penting di hadapan seluruh pengurus PGRI Kabupaten dan PGRI Kecamatan se-Konawe Selatan, Selasa (25/11/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran Bunda Guru saat ini memiliki posisi strategis dalam mendukung Program Prioritas Nasional, khususnya Pemeriksaan Kesehatan Gratis, serta selaras dengan Program SETARA Konsel Sehat.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Program Nasional yang Butuh Dukungan Sekolah
Nurlita Jaya AS menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bagian dari kebijakan nasional yang fokus pada deteksi dini kesehatan anak dan masyarakat.
Sekolah, katanya, adalah titik paling efektif untuk menjangkau populasi besar karena setiap hari anak-anak berada dalam pengawasan pendidik dan tenaga sekolah.
“Sekolah adalah tempat paling strategis untuk melakukan deteksi dini. Di sinilah anak-anak kita berkumpul, belajar, dan tumbuh. Peran Bunda Guru sangat menentukan keberhasilan program pemeriksaan kesehatan gratis ini,” ujar Nurlita Jaya dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa Bunda Guru bukan hanya sekadar simbol, tetapi memiliki peran sentral di lingkungan sekolah.
“Bunda Guru adalah figur terdekat dengan anak-anak di sekolah. Ia menjadi teladan dalam perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus menjadi penghubung antara sekolah, puskesmas, dan orang tua,” ungkapnya.
Menurut Nurlita, posisi ini menjadikan Bunda Guru sebagai penguat ekosistem kesehatan sekolah.
Dalam kesempatan itu, Nurlita menekankan betapa pentingnya sosialisasi yang tepat dan menyeluruh.
Bunda Guru diharapkan mampu menyampaikan informasi manfaat pemeriksaan kesehatan gratis, Menghilangkan kecemasan dan kekhawatiran orang tua maupun siswa, Mengajak keluarga untuk berpartisipasi aktif.
“Sering kali orang tua atau siswa merasa khawatir dengan pemeriksaan kesehatan. Di sinilah Bunda Guru hadir sebagai pemberi penjelasan, yang menenangkan dan mengajak mereka terlibat secara positif,” ucapnya.
Selain sosialisasi, Nurlita Jaya menegaskan bahwa Bunda Guru juga berperan langsung dalam teknis pelaksanaan, mulai dari menyiapkan jadwal dan ruang pemeriksaan, mengatur alur dan ketertiban siswa, mendampingi anak yang takut atau cemas, membantu pendataan awal untuk kebutuhan medis.
“Bunda Guru adalah energi pelaksana di lapangan. Tanpa dukungan mereka, proses pemeriksaan tidak akan berjalan tertib dan nyaman bagi anak-anak,” jelasnya.
Nurlita juga mengingatkan bahwa peran Bunda Guru tidak berhenti pada satu kegiatan.
Kata dia guru berperan dalam pemantauan kesehatan berkelanjutan, seperti: Memantau kebersihan diri dan kesehatan dasar siswa, mencatat kondisi khusus terkait gizi, absensi karena sakit, atau perubahan perilaku, menyampaikan informasi tersebut kepada tenaga kesehatan.
“Bunda Guru adalah mata dan telinga pertama di sekolah. Mereka memantau kondisi anak-anak setiap hari, sehingga deteksi dini menjadi lebih mudah dan cepat,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Nurlita Jaya AS mengajak seluruh PGRI Kabupaten dan Kecamatan untuk berkomitmen mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis dan Program SETARA.
“Kita ingin mewujudkan Konawe Selatan yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Keberhasilan program nasional dan daerah ada di tangan kita semua, terutama para pendidik dan Bunda Guru di setiap sekolah,” tutup Nurlita.
Dengan arahan tersebut, PGRI Konsel, para kepala sekolah, dan seluruh Bunda Guru diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan kesehatan anak-anak di Konawe Selatan terus terpantau, terjaga, dan berkembang optimal.
Laporan: Afan










