Disdukcapil Konawe Selatan Jemput Bola KTP-EL ODGJ, Lansia dan Disabilitas Hingga ke Pelosok Desa

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Konawe Selatan, Harlin, S.Pd., M.Si (baju putih) saat mengunjungi warga Lumpuh Layu di Desa Boro-Boro, Lameuru untuk melakukan Perekaman KTP-EL. Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – LINGKARSULTRA.COM – Wajah pelayanan publik yang humanis, berkeadilan dan berempati ditunjukkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe Selatan.

Jika selama ini warga yang harus datang ke kantor untuk mengurus dokumen, kini justru Disdukcapil sendiri yang hadir langsung ke rumah-rumah warga.

Ini adalah layanan jemput bola perekaman KTP Elektronik (KTP-EL) bagi penduduk rentan, penduduk non permanen, dan kelompok berkebutuhan khusus yang digencarkan Disdukcapil Konsel dalam sepekan terakhir.

Sasarannya adalah mereka yang selama ini termarjinalkan secara administratif, seperti Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Lansia yang sudah tidak mampu berjalan, penyandang disabilitas, warga yang menderita sakit kronis, lumpuh layu hingga warga sakit yang terbaring di rumah.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Konawe Selatan, Harlin, S.Pd., M.Si mengatakan, program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal tanpa identitas kependudukan.

“KTP-EL adalah pintu masuk untuk semua layanan. Untuk berobat di rumah sakit, untuk mendapatkan BPJS, untuk mendapatkan bantuan sosial PKH, BLT, bantuan disabilitas, semuanya butuh KTP. Kalau mereka yang rentan ini tidak punya KTP, bagaimana mereka bisa dapat haknya? Karena itu kita harus jemput bola,” tegasnya dengan nada humanis, Jumat (2/10/2026).

Gerakan jemput bola ini bukan sekadar seremonial. Tim Disdukcapil Konsel benar-benar menyisir desa demi desa di 25 kecamatan se-Konawe Selatan dengan membawa alat perekaman KTP-EL portabel.

Sejumlah titik telah berhasil dilayani dibeberapa Kecamatan dan Desa yakni, Perekaman KTP-EL Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Seorang nenek berusia di atas 80 tahun yang sudah tidak bisa berjalan, direkam KTP-nya di atas tempat tidur, masing – masing di Kecamatan Basala yang sudah bertahun tahun tanpa memiliki identitas.

Selanjutnya, di Desa Tetenggolasa, Kecamatan Buke, tidak hanya merekam, petugas juga mengantar langsung KTP yang sudah jadi ke rumah warga disabilitas.

Perekaman KTP el Disabilitas juga di Desa Andoolo Utama, warga difabel yang memiliki keterbatasan fisik dilayani dengan sabar.

Perekaman KTP-EL ODGJ di Kolono, Tim menyeberang dan masuk ke wilayah Kolono untuk memastikan ODGJ di sana juga terdata.

Perekaman KTP-EL Disabilitas di Basala dan Andoolo Utama, Buke. Perekaman KTP-EL Warga Lumpuh Layu di Desa Boro-Boro, Lameuru, Seorang warga yang menderita polio sejak kecil akhirnya memiliki KTP-EL setelah puluhan tahun.

“Bayangkan, ada warga yang lumpuh layu di Boro-Boro yang sudah puluhan tahun tidak punya KTP karena tidak bisa ke kantor. Ada lansia di Basala yang terbaring sakit. Begitu kita datang, mereka menangis haru. Inilah esensi pelayanan publik,” ujar salah seorang petugas Disdukcapil yang ikut turun lapangan.

Untuk memastikan layanan ini menjangkau seluruh wilayah, Kadis Dukcapil Konsel, Harlin menegaskan pihaknya siap siaga melayani jemput bola di seluruh wilayah Konawe Selatan.

Ia membuka pintu sinergi seluas-luasnya dengan semua pihak. Ia meminta Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Sosial, para pekerja sosial, hingga Kepala Desa dan Lurah untuk aktif melaporkan jika di wilayahnya ada warga rentan yang belum memiliki dokumen kependudukan.

“Disdukcapil siap melayani jemput bola di seluruh wilayah Konawe Selatan bila ada laporan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Dinas Sosial, Kepala Desa, Lurah untuk menjemput bola menyiapkan dokumen kependudukan masyarakat, baik untuk keperluan berobat ke rumah sakit, untuk dapat bantuan sosial maupun untuk kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Ia menegaskan, cukup satu laporan masuk melalui WhatsApp atau telepon ke Disdukcapil, tim akan segera dijadwalkan turun ke lapangan. Tanpa biaya, gratis, dan dilayani dengan penuh empati.

“Cukup laporkan saja. Ada warga ODGJ yang belum punya KTP, ada lansia sakit yang butuh KTP untuk berobat, ada disabilitas yang butuh KTP untuk bantuan, laporkan ke kami. Kami yang akan datang. Jangan biarkan mereka berjuang sendiri,” imbaunya.

Menurut mantan Camat Konda ini, Program jemput bola bagi penduduk rentan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Selama ini, banyak warga ODGJ, lansia dan disabilitas yang tidak terdata dalam Data Kependudukan dan akhirnya tidak mendapatkan program bantuan pemerintah.

Dengan memiliki KTP-EL, mereka kini resmi terdaftar dalam Data Kependudukan Bersih dan dapat mengakses layanan BPJS Kesehatan, bantuan sosial, bantuan disabilitas, serta hak-hak konstitusional lainnya sebagai warga negara, termasuk hak pilih dalam Pemilu.

“Ini bukan hanya soal mencetak KTP. Ini soal memanusiakan manusia. Negara harus hadir untuk yang paling lemah, paling rentan, dan paling membutuhkan. Itulah semangat kami di Disdukcapil Konawe Selatan,” tutup mantan Sekdis Perindag itu dengan penuh haru.

Melalui gerakan jemput bola ini, Disdukcapil Konawe Selatan optimis dan memastikan keadilan administrasi Kependudukan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, di Bumi Konawe Selatan.

Laporan: Lan