
KONAWE SELATAN – LINGKARSULTRA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lalowaru di Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, resmi diresmikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen Purn. TNI Trenggono, Jumat (2/10/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian SPPG secara serentak di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi di 17 provinsi, khususnya kawasan Indonesia Timur.
Kehadiran SPPG Lalowaru menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Konawe Selatan. SPPG tersebut memiliki kapasitas pelayanan hingga 2.700 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Wakil Kepala BGN, Mayjen Purn. TNI Trenggono, mengatakan kapasitas pelayanan SPPG Lalowaru saat ini ditetapkan sebanyak 2.700 penerima manfaat.
“Untuk kapasitas yang akan disalurkan MBG di sini sebanyak 2.700 siswa dan penerima manfaat,” ujar Trenggono.
Ia menjelaskan, ke depan BGN akan mengatur kapasitas pelayanan setiap SPPG dengan batas maksimal sekitar 3.000 penerima manfaat. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus meminimalisir potensi persoalan dalam proses penyediaan dan distribusi makanan.
“Untuk penerima manfaat saat ini dinamikanya masih cukup tinggi. Nanti akan ditetapkan dalam juknis, tidak ada lagi SPPG yang menyalurkan lebih dari 3.000, supaya betul-betul lebih berkualitas,” jelasnya.
Menurut Trenggono, data penerima manfaat nantinya akan ditentukan oleh BGN berdasarkan data pendidikan yang tersedia, termasuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang kemudian disesuaikan melalui sistem yang telah terintegrasi.
“Ini nanti berdasarkan laporan berupa data Dapodik, kemudian adjustment sistem yang sudah connect dengan data jumlah siswa,” katanya.
Selain memastikan ketepatan sasaran, BGN juga terus melakukan pengawasan terhadap proses penyediaan dan pendistribusian makanan untuk menjaga keamanan pangan serta meminimalisir potensi terjadinya kasus keracunan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan sistem pelayanan makanan secara langsung di sekolah. Makanan yang telah selesai dimasak kemudian dibawa ke sekolah untuk disajikan kepada para siswa.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua mengatakan Program Makan Bergizi Gratis memberikan dukungan bagi pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak di Sulawesi Tenggara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, kata Hugua, terus mendorong koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program tersebut dapat berjalan secara optimal dan melibatkan seluruh unsur pemerintah daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Konawe Selatan, Hamrin, menyambut baik hadirnya SPPG Lalowaru di Kecamatan Moramo Utara sebagai salah satu fasilitas pendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Konawe Selatan.
Menurut Hamrin, keberadaan SPPG di daerah tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Konawe Selatan.
“Kami tentu menyambut baik kehadiran SPPG Lalowaru ini. Dengan adanya fasilitas ini, kita berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Konawe Selatan dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak kita,” ujar Hamrin.
Ia berharap keberadaan SPPG Lalowaru dapat terus diperkuat, baik dari sisi kapasitas pelayanan, kualitas makanan, maupun pengawasan dalam proses pelaksanaannya.
“Harapan kami ke depan bukan hanya jumlah penerima manfaat yang bertambah, tetapi kualitas pelayanan dan pemenuhan gizinya juga harus terus ditingkatkan. Yang paling penting adalah makanan yang diberikan aman, bergizi dan diterima oleh mereka yang memang menjadi sasaran program,” katanya.
Hamrin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak sekolah, penyelenggara SPPG, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan di Konawe Selatan.
“DPRD tentu mendukung koordinasi dan sinergi seluruh pihak. Kita ingin program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat Konawe Selatan, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak kita,” tutupnya.
Laporan: Lan










