Disnakertrans Konsel Bina 100 Kelompok TKM, Sumber Dana APBN dan APBD

Kepala Dinas Nakertrans Konawe Selatan, Erna Yustiana, SP., M.AP menyerahkan beberapa bantuan seperti mesin jahit dan mesin penggiling mini untuk Kelompok Tenaga Kerja Mandiri. Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – LINGKARSULTRA.COM –  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Konawe Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru di tengah masyarakat. Salah satu program unggulan yang terus digencarkan adalah program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

Program TKM bukan sekadar program bantuan biasa, melainkan program pemberdayaan yang memiliki dasar hukum yang kuat dan jelas. Dasar pelaksanaannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2013 tentang Perluasan Kesempatan Kerja.

Kepala Dinas Nakertrans Konawe Selatan, Erna Yustiana, SP., M.AP menjelaskan bahwa TKM adalah program yang bertujuan membantu masyarakat menciptakan lapangan kerja melalui pembentukan kelompok usaha secara mandiri sehingga dapat memperoleh penghasilan bagi anggotanya.

“TKM ini adalah solusi nyata. Kita tidak hanya menunggu lowongan kerja dari perusahaan, tetapi kita bantu masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja itu sendiri secara mandiri dan berkelompok. Tujuannya jelas, agar anggota kelompok bisa memperoleh penghasilan dan mandiri secara ekonomi,” Erna sapaan akrabnya, Senin (5/10/2026).

Lebih lanjut mantan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Konawe Selatan itu mengatakan, program yang sering dilakukan oleh Dinas Nakertrans Konsel dalam pengembangan TKM adalah dengan memberikan penguatan keterampilan dan manajemen pengelolaan usaha kelompok melalui pelatihan serta memberi bantuan sarana usaha.

Pelatihan pembuatan kripik singkong pada kelompok TKM di Kecamatan Mowila

Skema pemberdayaannya dilakukan secara komprehensif, tidak hanya memberi bantuan alat, tetapi juga membekali kelompok dengan pengetahuan.

“Pertama kita berikan penguatan keterampilan. Bagaimana teknik produksi yang baik, bagaimana kualitas produk. Kedua, kita berikan manajemen pengelolaan usaha kelompok, seperti pembukuan sederhana, cara menghitung untung rugi, cara memasarkan produk, dan bagaimana menjaga kekompakan kelompok. Ketiga, baru kita berikan bantuan sarana usaha sesuai dengan jenis usahanya,” jelasnya.

Bantuan sarana usaha yang diberikan sangat bervariasi, disesuaikan dengan potensi dan jenis usaha kelompok. Ada kelompok TKM kuliner yang dibantu peralatan memasak dan oven, kelompok TKM jahit yang dibantu mesin jahit dan obras, kelompok TKM bengkel yang dibantu kompresor dan kunci-kunci, kelompok TKM pertukangan, perikanan, pertanian, hingga usaha kreatif digital.

“Prinsipnya bantuan ini adalah stimulan. Kita pancing agar mereka bisa berusaha. Alat kita berikan secara kelompok, bukan perorangan, agar mereka belajar bekerja sama dan gotong royong,” terangnya.

Komitmen Disnakertrans Konsel dalam membina wirausaha mandiri tidak main-main. Tercatat ada sekitar 100 kelompok TKM yang dibina oleh Dinas Nakertrans yang tersebar di 25 kecamatan se-Konawe Selatan.

Penyerahan bantun mesin jahit dengan paket lengkap

Ratusan kelompok tersebut merupakan kelompok yang telah terbentuk sejak beberapa tahun terakhir dan terus dilakukan pendampingan secara berkelanjutan.

“Saat ini ada sekitar 100 kelompok TKM yang kita bina. Sumber anggarannya ada yang dari APBN melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI dan ada juga yang dari APBD Kabupaten Konawe Selatan. Ini bentuk sinergi antara pusat dan daerah dalam memperluas kesempatan kerja,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perluasan Kesempatan Kerja Nakertrans Konawe Selatan, Gubsul, SE., M.AP bahwa puluhan kelompok tersebut bergerak di berbagai sektor usaha, mulai dari sektor jasa, kuliner, kerajinan, hingga pertanian dan perikanan. Banyak di antara mereka yang kini telah berhasil mengembangkan usahanya dan bahkan mampu merekrut tenaga kerja baru dari lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah sekarang banyak yang sudah berhasil. Ada kelompok TKM Jahit dan kelompok Kuliner. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Gubsul berharap, dengan adanya program TKM ini, mindset masyarakat Konawe Selatan dapat berubah. Dari yang sebelumnya hanya berorientasi menjadi pencari kerja, kini bisa bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja.

“Undang-Undang Ketenagakerjaan itu mengamanatkan perluasan kesempatan kerja. Salah satunya melalui TKM ini. Kita ingin masyarakat Konsel itu mandiri, tidak tergantung pada lowongan PNS atau perusahaan saja. Dengan TKM, mereka bisa ciptakan kerja sendiri di kampungnya,” pungkasnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin membentuk kelompok TKM baru untuk segera berkoordinasi dengan Disnakertrans Konsel. Syaratnya mudah, minimal 10 orang anggota, memiliki jenis usaha yang sama, dan memiliki kemauan kuat untuk maju bersama.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Disnakertrans optimis, dengan terus membina 100 kelompok TKM yang ada dan menambah kelompok baru setiap tahunnya, angka pengangguran terbuka di Konawe Selatan akan terus menurun dan perekonomian masyarakat akan semakin meningkat, sejalan dengan visi Konawe Selatan, Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SETARA).

Laporan: Lan