Disnakertrans Konawe Selatan Kembali Buka 6 Kejuruan Pelatihan BLK Tahap III

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Konawe Selatan, Erna Yustiana, SP., M.AP. Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – LINGKARSULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) kembali menunjukkan keseriusannya dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penanggulangan pengangguran di Bumi Konawe Selatan itu.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Konawe Selatan, melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Binaan BPTP kendari di bawah Kementerian Nakertrans Republik Indonesia (RI) yang anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) secara resmi mengumumkan pembukaan Program Pelatihan Keterampilan Kerja Tahap III Tahun Anggaran 2026.

Hal ini berdasarkan jumlah kuota yang diberikan oleh BPVP (Balai pelatihan Vokasi dan Produktivitas) Sultra.

Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Konawe Selatan, Gubsul, SE., M.AP. Foto: Istimewa

Program yang sangat dinanti-nantikan oleh para pencari kerja dan generasi muda Konsel ini membuka sebanyak 6 kejuruan unggulan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri saat ini.

Dari keenam kejuruan tersebut, Kejuruan Processing menjadi kejuruan primadona dengan dibukanya 2 kelas sekaligus, sementara 5 kejuruan lainnya masing-masing dibuka 1 kelas dengan kuota terbatas. Pembagian kelas ini didasarkan pada hasil analisis kebutuhan tenaga kerja dan tingginya permintaan industri di wilayah Konawe Selatan dan Sulawesi Tenggara pada umumnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Konawe Selatan, Erna Yustiana, SP., M.AP menyampaikan bahwa program pelatihan BLK Tahap III ini merupakan bagian dari program strategis dan berkelanjutan.

“Kami di Dinas Nakertrans Kabupaten Konawe Selatan sangat bersyukur, karena di tahun 2026 ini kami masih bisa kembali membuka pelatihan Tahap III. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal. Kami membuka 6 kejuruan, dan untuk Processing kita buka 2 kelas karena memang lulusannya sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Konsel,” ujar Erna Yustiana dengan penuh semangat, Rabu (28/10/2026).

Lebih lanjut, Erna menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada pemberian sertifikat semata, namun lebih pada pembentukan mentalitas kerja dan jiwa kewirausahaan. Ia ingin agar setiap lulusan BLK Konsel tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja baru.

“Saya selalu berpesan kepada seluruh jajaran panitia dan instruktur, tolong berikan ilmu yang benar-benar bermanfaat. Jangan asal-asalan. Kita ingin mencetak tenaga kerja yang unggul, yang memiliki skill, attitude, dan siap pakai. Tujuan akhirnya adalah untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Erna juga menambahkan bahwa seluruh biaya pelatihan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah, alias gratis, termasuk fasilitas pelatihan dan seragam bahkan juga diberikan uang saku. Ia berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Konawe Selatan, Ihsan Toondu. Foto: Istimewa

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Konawe Selatan, Gubsul, SE., M.AP, membeberkan secara teknis terkait pelaksanaan program pelatihan tersebut.

Gubsul mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih berada pada tahap sosialisasi dan pendaftaran peserta. Pendaftaran dibuka secara umum dan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat Konawe Selatan yang memenuhi syarat usia produktif dan pendaftaran mulai tanggal 19 – 25 Oktober 2026.

“Benar, untuk sementara ini kita masih dalam tahap pendaftaran dan verifikasih. Kita sudah sebarkan informasi ini ke 25 kecamatan se-Konawe Selatan melalui pemerintah kecamatan dan desa, serta melalui media sosial resmi Disnakertrans. Setelah tahap pendaftaran selesai, selanjutnya kita akan masuk ke proses seleksi dalam enam kejuruan ini,” jelas Gubsul.

Menurutnya, proses seleksi akan dilakukan secara ketat dan transparan untuk menjaring peserta yang benar-benar memiliki motivasi dan komitmen tinggi untuk mengikuti pelatihan hingga tuntas.

“Seleksi ini sangat penting. Kita tidak ingin ada peserta yang putus di tengah jalan. Kita ingin peserta yang lolos adalah yang benar-benar serius ingin belajar dan mengubah nasibnya melalui keterampilan. Untuk itu, kami sudah menyiapkan tim seleksi yang profesional dan instruktur yang sudah bersertifikasi nasional di bidangnya masing-masing,” tambahnya.

Gubsul juga mengungkapkan alasan mengapa Kejuruan Processing dibuka dua kelas. Menurut data yang dimiliki Disnakertrans, kejuruan tersebut memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi di perusahaan-perusahaan pengolahan yang ada di Konawe Selatan.

“Processing ini peminatnya luar biasa dan penyerapannya di industri juga sangat tinggi. Makanya kita buka 2 kelas. Sedangkan kejuruan lainnya seperti otomotif, listrik, menjahit, komputer, dan tata boga kita buka masing-masing 1 kelas. Semua kejuruan ini prospektif,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Konawe Selatan, Ihsan Toondu, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam proses rekrutmen peserta pelatihan.

Ihsan Toondu mengatakan, pihaknya membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin mendaftar, tanpa memandang latar belakang pendidikan, status sosial, maupun afiliasi apapun.

“Siapa saja bisa mengikuti pendaftaran ini. Tidak ada yang kami batasi. Yang penting dia warga Konawe Selatan, usia produktif, dan memiliki kemauan untuk belajar. Akan kami seleksi secara objektif, adil, transparan, dan yang paling penting gratis, tidak dipungut biaya apapun. Jika ada yang meminta biaya, laporkan kepada kami,” tegas Ihsan dengan nada serius.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para pemuda, lulusan SMA/SMK, dan para pencari kerja yang belum memiliki keterampilan khusus, untuk segera memanfaatkan momentum ini.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Ini adalah program pemerintah untuk rakyat. Kami sudah siapkan gedung, peralatan, instruktur, semua sudah siap. Tinggal kemauan dari masyarakat untuk datang dan mendaftar di Kantor BLK Konawe Selatan di Kompleks Perkantoran Andoolo. Pendaftaran masih dibuka,” tutupnya.

Dengan dibukanya pelatihan Tahap III ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan optimistis dapat mencetak ratusan tenaga kerja terampil baru yang siap bersaing di dunia kerja dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui wirausaha mandiri.

Laporan: Lan