BLK Konsel Buka Pelatihan Gratis 5 Jurusan, Lulusan Langsung Diarahkan ke Pasar Kerja Lewat Job Fair

Kepala Dinas Nakertrans Konawe Selatan, Erna Yustiana, SP., M.AP. Foto: Istimewa

KONAWE SELATAN – LINGKARSULTRA.COM – Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Konawe Selatan yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Konawe Selatan terus memaksimalkan fungsinya dalam hal pengembangan kompetensi dan pengembangan tenaga kerja.

BLK Konsel diketahui memiliki beberapa kejuruan unggulan yang bisa diikuti oleh masyarakat secara gratis, seperti Bisnis Manajemen, Processing yakni pembuatan roti, Otomotif, Pabrikasi Las, dan Kecantikan.

Kepala Dinas Nakertrans Konawe Selatan, Erna Yustiana, SP., M.AP melalui Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perluasan Kesempatan Kerja Nakertrans Konawe Selatan, Gubsul saat ditemui mengungkapkan bahwa saat ini sedang berjalan beberapa kegiatan pelatihan yang sumber anggarannya berasal dari APBN melalui Balai Pengembangan Produktivitas Kendari.

“Sebenarnya pelatihan ini salah satu tujuannya yakni untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat. Jadi pelatihan ini ditujukan kepada masyarakat untuk dilatih skill dan keterampilannya dan juga langsung praktek di Balai Latihan Kerja (BLK) Konawe Selatan,” ujar Gubsul, Senin (29/9/2026).

Ia menjelaskan, setelah peserta dilatih, Nakertrans juga memiliki upaya untuk memberikan informasi lapangan kerja kepada mereka.

“Oleh karena itu selain BLK memberikan pengembangan kompetensi kepada masyarakat. Kami juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi lowongan kerja kepada Pencari kerja, misalnya melalui kegiatan Job fair (Pasar Kerja) yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi, sehingga tenaga kerja yang telah di latih serta pencari kerja dapat memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang mereka miliki,” tegasnya.

Target peserta yang dilatih, lanjut Gubsul, berdasarkan jumlah kuota berdasarkan jumlah kuota yg diberikan oleh BPVP (Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) Sultra), karena sumber anggarannya dari APBN

“Berapa jumlah anggaran yang disiapkan, itulah yang diundang para calon peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan melalui pendaftaran. Pendaftaran secara online dan terdaftar berdasarkan minat jurusan yang ingin mereka ikuti,” katanya.

Menariknya, pelatihan ini bukan hanya untuk masyarakat Konawe Selatan saja, tetapi masyarakat dari luar Konawe Selatan juga bisa ikut karena pendaftaran dilakukan secara online.

“Ini dibuka secara umum, namun terkadang dalam satu jurusan pendaftarnya lebih dari kuota dan itu dilakukan seleksi secara khusus, namun yang diprioritaskan adalah masyarakat Konawe Selatan. Kecuali kalau ada jurusan yang biasanya dibuka tidak cukup peserta, maka akan diambil dari luar tapi yang sudah memang mendaftar,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pendidikan dan Pelatihan Perluasan Kesempatan Kerja Nakertrans Konawe Selatan, Gubsul. Foto: Lan

Gubsul menegaskan, pelatihan tidak bisa dilaksanakan jika jumlah pesertanya tidak mencukupi kuota. Minimal peserta adalah 16 orang per kejuruan.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan skill dan besar peluang mendapatkan pekerjaan baik di dalam Konawe Selatan maupun di luar Konawe Selatan,” tegasnya.

Keunggulan lain dari pelatihan di BLK Konse kata Gubsuk yakni, peserta akan mendapatkan dua sertifikat sekaligus. Pertama, sertifikat pelatihan pada saat mereka mengikuti latihan, dan kedua adalah sertifikat kompetensi.

“Dan sertifikat kompetensi juga ada ujiannya, bahwa dia sudah layak untuk kompetensi yang dia ikuti dan pengujinya itu dari pusat dan dari Kendari. Dan tidak semua peserta yang ikut pelatihan untuk mendapatkan sertifikat itu, harus lulus uji kompetensi,” pungkas Gubsul.

Ia berharap dengan adanya pelatihan ini diharapkan angka pengangguran di Konawe Selatan dapat ditekan dan masyarakat memiliki skill yang siap bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha mandiri.

Sementara itu, Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Konawe Selatan, Muh. Ihsan Toondu, mengatakan dalam pelatihan tersebut penempatan kerja lulusan bukan hanya tugas BLK saja, melainkan tanggung jawab bersama.

“Ini juga merupakan tanggung jawab bersama Pemda Konsel dan perusahaan-perusahaan yang ada di Konsel khususnya untuk bisa menempatkan peserta pelatihan setelah dilatih,” tegas Ihsan sapaan akrabnya.

Menurut Ihsan, BLK telah menjalankan tugasnya melatih skill masyarakat sesuai kompetensi yang dibutuhkan industri.

Namun kata dia setelah dilatih, perlu ada komitmen dari Pemerintah Daerah Konawe Selatan dan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Selatan, baik perusahaan tambang, perkebunan, maupun perusahaan lainnya, untuk memberikan peluang dan memprioritaskan penyerapan lulusan BLK Konsel.

Ia berharap dengan adanya sinergi antara Pemda, BLK, dan dunia usaha, lulusan pelatihan BLK tidak menganggur. Mereka yang sudah memiliki sertifikat kompetensi dari pusat bisa langsung terserap di perusahaan-perusahaan yang ada di Konawe Selatan.

“Harapan kami, perusahaan-perusahaan di Konawe Selatan bisa membuka diri, melihat kompetensi lulusan kami, dan memberikan kesempatan. Karena tujuan akhir pelatihan ini adalah meningkatkan skill dan besar peluang mendapatkan pekerjaan baik di dalam Konawe Selatan maupun di luar Konawe Selatan,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan angka pengangguran di Konawe Selatan bisa ditekan dan masyarakat lokal menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dengan skill yang mumpuni.

Laporan: Lan